robitaheldaroini
  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Salam. Wow, emejing

Hasil gambar untuk yowis ben

Oke,

First time nih, menulis tentang review film. Sebenarnya sudah dari dulu, ingin melebokkan materi review film di blog penuh sarang tumo ini, mengingat hobi saya adalah nonton film. Bagaimana ya? Rasanya kalau tidak mencium aroma popcorn CGV, saya bisa tipes. Tapi ya sekali lagi, karena agenda saya banyak termasuk memikirkan Bambang Triatmojo sedang makan apa hari ini , ya akhirnya maju mundur cantik.

Hasil gambar untuk kumpulan meme lucu syahrini maju mundur cantik

Tapi kemarin, setelah nonton film yang awalnya banyak disangsikan orang gara gara masalah “kebhinekaan” ini, saya jadi gregetan pingin cepat cepat pulang dan nulis review tentang film Yowis Ben. Oh iya, perlu dijelasken bahwa saya menulis dari sudut pandang awam, bukan expertis. Jadi yang lebih banyak saya ulas, ya sebagaimana kapasitas otak saya saja wak.

Oke, preambule dulu keknya lah ya.

Saya mengikuti Bayu Skak, dari jaman SMA. Saya tahu karena doski suka bikin video lucu berbahasa jawa—lebih tepatnya jawa timur-malangan—di youtube. Berhubung bahasanya sama dengan Bahasa sehari hari saya, jadilah Bayu Skak sebagai salah satu Man Crush Everyday saya.

Hasil gambar untuk bayu skak
Jowo manis manja grup kecintaanqu 
Favorit saya waktu itu adalah video sms singkatan dan meso

“opoo kok LOL, iku kudu ngguyu”
“Opoo kok duduk HHILLR”
“Ha Ha Iku Lumayan Lucu Rek”

What a Legend.

Ketika Mas Bayu—biar akrab—kasih announcement kalo doski mau bikin film, saya langsung excited. Kek yang difikiran minceu tuh, mau itu film bagus kek, enggak kek, pokonya saya harus tonton. 

Jadilah saya mengirimkan proposal pengajuan nonton film ke dosen pembimbing saya yang lulusan Edinburgh University jurusan per-cgv-an. Di Edinburgh University, beliau satu kelas sama Nino Fernandez, dosennya Professor Fahri, ngajarnya pake Bahasa Indonesia, dan ketika beliau sedang mengajar, disela sebentar oleh Tatjana Saphira 

Hasil gambar untuk meme ayat ayat cinta 2
*skip.

Jangan salah, setiap film yang saya tonton harus melewati sensor beliau. Supaya setiap film yang saya lihat dapat memberikan manfaat serta membuat hidup saya lebih bermartabat. Namanya tidak boleh disebut, nanti kalian naksir. Saya kurang berkenan.

Gambar terkait

Waktu saya ajukan untuk nonton Yowis Ben, beliau sedikit sangsi, banyak mendengusnya. Sudah saya tebak sih, karena beliau ini orangnya suka hopeless duluan sama film Indonesia. Tapi saya tetep nekat maksa. Bahkan dalam hati udah niat, kalo ini manusia setengah kukang tidak mau, saya nekat nonton bioskop sendirian.

Tapi untungnya proposal saya di ACC juga. Alasannya “kangen denger Bahasa jawa” eh tapi kalau dipikir piker make a sense juga sih. setelah sebegitu sumpeknya saya mendengar anak gaul ngomong “ih anjiir lu!” akhirnya mungkin saja malam itu saya bisa medengar kata kata “makmu kiper” atau “ndasmu gondol” atau “lambemu cok” begitulah kira kira yang ada dalam benak luhur mulia kami berdua

Abis pulang kantor, kita langsung joss gandos pergi ke CGV Green Pramuka. Mall kesayangan akoh. Deket dari kosan, rada sepi, ada dum dum lagi. Kita berangkat tanpa ekspektasi apa apa. Cuma pengen bikin Bayu Skak senang. Gaada sama sekali pikiran buat bikin diri kita seneng. Kurang tulus apa kita berdua wak.

Hasil gambar untuk kumpulan meme nassar

Kita berdua telat nonton beberapa menit, karena beliau mengira filmnya jam 7.30, padahal aslinya 7.20pm. begitulah, manusia memang tempatnya khilaf dan lupa.

Pas kita berdua masuk bioskop, adegannya adalah Cak Kartolo dan Cak Sapari lagi makan pecel di warung ibunya Mas Bayu. Sumpah, aku rada kaget-amaze-kagum at the same time. Ide mengajak duo legend ludruk terbaik jawa timur itu keren banget! Mas Bayu kaya yang punya unggah ungguh gitu pada yang lebih senior.

Lagipula, cara Cak Kartolo dan Cak Sapari ngelucu, setipe dengan cara ngelucu H. Bolot dan Dodit. Effortless. Ga perlu mukul kepala orang pake Styrofoam, atau pake rahasia hidup orang buat bahan becanda. Ekspresinya datar-polos-suci dari hadas besar dan kecil, saling sahut sahutan omongan, tapi ajaibnya lucu. Saya saja ketawa, padahal konsentrasi saya terbagi dengan sibuk cari kursi nonton. Kelas deh!

Hasil gambar untuk cak kartolo dan cak sapari
Cak Sapari - Cak Kartolo
Dari sini, sepertinya saya punya firasat bahwa Tuhan tidak menyianyiakan ketulusan orang

Secara garis besar, film ini mengangkat tema tentang anak anak SMA dengan beragam masalahnya yang sebenarnya klise namun tetap bisa dinikmati tanpa bikin muntaber. Bayu si Pecel Boy, adalah seorang anak yatim yang tinggal dengan Ibu dan Pamannya di Kampung Jodipan. Ibunya jualan pecel dan Bayu menjajakannya di sekolah, makanya dia dijuluki Pecel Boy.

Jadi kalau kalian pacaran, jangan sembunyi sembunyi dibalik jalan. Nanti kalian dijuluki backstreet boy

Hasil gambar untuk backstreet boys
Backstreet Boys
Si Bayu naksir sama Susan, cewek cantik populer rambut panjang langsing tinggi tanpa kolesterol yang diperankan Cut Meyriska. Iya, si Hello Kittynya Mas Bram. Berbekal budi pekerti luhur dan saran ajaib dari Pamannya yang bahkan belum punya istri padahal hidupnya kayak yang udah diincer malaikat, Bayu yakin akan mendapatkan Susan.

Kalau di dunia saya sih, gamungkin sih ada anak populer tiba tiba melirik saya, kecuali anak populer itu sedang lupa minum antimo padahal mau naik kapal di pelabuhan merak.

Mas Bayu punya sahabat namanya Doni yang diperankan oleh Joshua Suherman dengan gemilang. Berhubung Joshua memang asli jawa timur, jadi logatnya sangat bisa mengimbangi Bayu.  Aktingnya tidak dibuat buat dan enak ditonton. Bahkan mungkin disini, yang aktingnya paling enak dilihat, ya si kakak Jojo ini. 

Selama sepersekian detik, tiba tiba saya mendengar lagu “terimakasih pada guru guruku……”

Hasil gambar untuk joshua oh joshua

jojo oh jojo. Setelah ingat film itu, yang bergaung ditelinga saya langsung Usia oh usia

Foto Qasidah Memes for All Occasions.

Tapi bukan berarti acting Mas Bayu jelek. Mas Bayu aktingnya juga diluar dugaan, tidak banyak yang kaku, mengingat ini adalah film kedua—atau ketiga—atau entahlah. terlihat bahwa Mas Bayu benar benar menguasai naskah yang konon memang dia sendiri yang buat.

Lagipula aktingnya sudah mulai terasah sejak dia bikin video-video lucu di youtube. Mungkin yang aneh adalah ketika dia ada adegan jadi mafia lari lari di museum angkut. Tapi masih bisa dimaafkan kok

Apalagi kalau lagi meso. oh iya saya lupa menjelaskan, meso disini adalah mengatakan hal hal yang sedikit kasar, tapi lucu juga in different way.

Oh iya, belum cerita tentang pacar aku; Brandon Salim. Parah sih, mukanya kinclong amat kek pake Tje Puk. Ga kira kira gantengnya. 

Foto Qasidah Memes for All Occasions.

Si Bebeb Brandon Salim berperan sebagai Nando. Meskipun masih kagok dengan logat jawa, terlihat kok usaha dia untuk belajar. Saya bilang begini karena membandingkan Bebeb Brandon dengan pemeran utama di sinet atau ftv yang ceritanya mereka tuh berasal dari Jawa. 

Sumpah, denger mereka (pemeran utama di sinet atau ftv)lagi ngomong medok jawa tuh bikin sakit hati tau. Saya saja, yang Jawa Tulen, jawa metal dan apalah kalian sebutnya, kalau ngomong medok ya ga segitunya. Mungkin ada sedikit penekanan pada huruf tertentu, tapi ya ga semua kata kita dibaca semedok itu. Dasar lebay.

Hasil gambar untuk brandon salim
Sayang

Nah kalo mas Brandon ini nggak. Saya ga tahu beliau ini asli mana, tapi masih enak didengar lah logatnya. Lagipula di awal cerita, dia sudah bilang kalau hidupnya pindah pindah. Kaya mantan, habis kehati saya, dia malah pergi ke hati lainnya.

Foto Qasidah Memes for All Occasions.

Lalu ada Yayan. Ahahahaha, tunggu saya ketawa dulu

Yayan diperankan oleh Mas Tutus Thomson. Kalau kalian lihat ekspresinya, yakinlah bahwa si Yayan inilah yang sering jadi moodbooster di film ini. Saya pertama kali lihat sosok Yayan itu, adalah drummernya Bayu Skak With The Band. Jadi, suatu kejutan melihat sosok Yayan dalam film ini. Kejutan lainnya adalah, Yayan seperti tidak terlihat baru didepan kamera. Aktingnya luwes, jarang garingnya karena berperan sebagai laki laki lemot polos dan penuh rasa tawakal.

Hasil gambar untuk tutus thomson
Babang Tutus, bukan Tulus
Di awal, sudah saya jelaskan bahwa sebenarnya saya khawatir kalau film ini akan seperti kebanyakan filmnya Raditya DIka—yang mohon maap—banyak garingnya. Tapi setelah film ini usai, saya keluar Bioskop dengan bahagia. Sama bahagianya dengan ketika keluar dari bioskop seusai nonton Dilan 1990 dan Peter Rabit.

Film ini sukses menciptakan jokes yang lebih banyak lucunya daripada garingnya. Konflik yang dibangun itu ringan dan mudah dipahami. Cara Bayu Skak meso, Joshua yang lagi nyinyir, Brandon yang ngasih kecap aja udah bikin ngakak manis, Tutus yang gausah ngapa ngapain udah lucu, Cak Kartolo, Cak Sapari, semuanya benar benar secara serius membuat film ini diluar ekspektasi. Bahkan, Adanya Indra Widjaya sebagai antagonis tapi tidak selebay yakuza jahatnya, menjadikan film ini lebih nyata. Lebih dekat dengan kita, ya jahatnya anak sekolah.

Memang ada cerita yang sedikit ngambang di tengah tengah. Yaitu pertengkaran Bayu dengan teman teman Bandnya. Agak nanggung menurut saya. Mungkin agak lebih “ngena” kalau dibuat lebih detail. Tapi para cameo-cameo (seperti siapa sih lupa namanya siapa, pokoknya beliau disana jadi tukang becak. Itu moodboster kdua setelah Yayan, asli) membuat film ini tetap dalam koridor yang sangat menyenangkan

Oh iya, soundtracknya! karena film ini menceritakan tentang anak anak sma yang mencari pembuktian diri dengan cara ngeband,maka banyak part dalam film dimana mereka sedang latihan band, manggung, dan lomba. 

Jangan kaget, kalo keluar bioskop, kalian langsung komat kamit nyanyiin lagunya. Bahkan meskipun kalian bukan orang jawa. Tidak hanya itu, masing masing pemain beneran bisa membawakan masing masing alat yang mereka mainkan dalam film. pantas saja mereka bisa menghayati banget. 

apalagi kakak jojo, caranya nggitar itu loh, jadi bikin

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“Saben bengi aku, gak iso turu, gak iso turu. Kelingan koncomu”

Yowis Ben sangat saya rekomendasikan kepada teman teman sekalian. Bukan karena saya orang jawa, bahkan kalaupun ada film yang berbahasa minang, batak, papua atau yang lain saya akan tetap excited. Kapan lagi kita lihat ada film yang bangga dengan budaya Indonesia kan?

Kalau kalian lihat film COCO yang berbahasa meksiko saja tidak masalah, lah mengapa menjadi suatu masalah ketika nonton film berbahasa Jawa?

Oke itu saja review dari Bita. Bita kasih nilai 7,8 untuk film ini.

Apakah kalian harus nonton film ini? Untuk kalian yang mau mendukung karya anak bangsa yang melestarikan budaya, untuk kalian yang lagi suntuk-stres tapi udah nonton Peter Rabit, untuk kalian yang mau ketawa dan rindu meso-meso, untuk kalian yang pengen nonton film komedi buatan anak bangsa yang berkualitas, Silahkan nonton ya!

Hasil gambar untuk yowis ben

Oh iya jangan lupa, kalau di bioskop, hindari melakukan sesuatu yang alay seperti meng-snapgram bagian-bagian cerita film. Soalnya selain Kamseupay, kalian bisa dipidanakan.

Satu lagi, kalau kalian orang baik dan bermartabat, setelah usai makan popcorn dan minum cola, ada baiknya sampahnya dibawa turun dan dibuang ditempatnya. Bisa banget membantu meringankan pekerjaan babang babang pembersih disana. Cari pahala kan ga harus di Mushola, wak!

Salam. B



Salam! Tadinya mau bikin pakai kalimat bahasa inggris. tapi, posisi aku(enak mana dengan kata saya?) lagi ada pulang dari kantor. ndelosor sambil nungguin elearning kampus. Takutnya kemampuan grammar saya yang sangat bagus sekali itu terganggu, yasudah pakai bahasa Indonesia saja. Toh saya cinta ploduk ploduk Indonesia. Ha!

Like really, lama kali saya tidak menulis curahan hati di blog. Fyi, dulu pernah punya blog yang isinya penuh drama—yang sedikit sampah. Dan meskipun blog itu sudah dihapus, tetap saja sampai sekarang selalu jadi topik menarik untuk bercanda -___- . Malu juga, tapi lumayan sebagai reminder bahwa besok besok, urusan asmara jangan sampai dibawa di sosial media. Efeknya selamanya. noted!

Hari ini mau coba curhat lagi, bukan cinta, tapi Make Up (eh tapi aku cinta sih).


Ini bukan Make Up, tapi my Night Routine. males buka koper make up, maafkan wqwq

We know as well. Make up is the happening topic nowdays. Every woman talking about makeup, whether in good way  or bad way. But if any brand of make up makes a giveaway, every woman will ruin the gateway, takes the giveaway, and run away. Dramatic.

Saya salah satu wanita yang bersyukur dengan adanya makeup. dari kecil saya suka berlama lama di depan meja rias Ibu, mecoba satu persatu alat makeupnya Ibu yang cuma lipstik mirabella, foundation pixy dan eyeshadow viva, kemudian  kabur ke kamar kalau dengar langkah kaki abi datang (abi adalah anti makeup makeup club) 

Jadi, make up literally bukan something new in my life.

Belajar Makeupnya saja yang baru baru ini.

Reason why i thought i need to increase my makeup skill, because saya sadar bahwa setiap kali saya di make up oleh seseorang. Saya merasa bukan makin cantik, tapi makin bencong. You know bencong ?

Ini Bukan Bencong

Tapi tentu saja pemahaman dan penerapan makeup saya lakukan secara bertahap. Tahun pertama kuliah di IPB saya baru pakai lipstik. Lipstik pertama saya adalah lipstik sejuta umat; wardah seri wonder shine. Sejenis lipgloss yang bikin bibir berkilau semacam makan gorengan minyak turah. 

Setelah itu langsung coba yang lainnya seperti matte series, exclusive series, dan yang masih saya gunakan sampai sekarang; longlasting series. Kenal alis semester tiga. Itu juga gara gara suatu tragedi yang membuat alis saya yang sudah botak jadi botak minus sepertiga. 

Dan berlanjut terus sampai sekarang. Sampai Make up turn from something i like into something important i cant life without.


untuk daily activity, sekarang aku pake adiknya wardah : emina.
soalnya ya kita semua tahu lah ya : murah meriah gambreng.
dan packagingnya lucu bikin gemasssss. ku merasa beberapa tahun lebih muda wqwq



Saking cintanya saya dengan makeup. saya jadi sensitif dengan pemikiran negatif mengenai makeup. bahasa gaulnya, 
make up shamming.

frase make up shamming muncul ketika seorang Beauty Vlogger named Em Ford, pada suatu hari tampil dengan tidak menggunakan make up sama sekali. Netizen maha benar mulai kaget yang berlebihan. Yang mengatakan dia jelek lah, bopeng bopeng lah, dan kata kata menyakitkan lainnya. Oke, Em Ford decided to wear her make up again.

But the harrasement word from Netizen maha tahu kembali mengalir. Tapi kali ini, lebih kepada : 

“ah dia fake, kenapa tidak natural saja?”

BAH !

Orang tidak menggunakan make up, dibilang jelek

Orang menggunakan make up, kamu bilang fake


LOH TERUS KITA HARUS BAGAIMANA ?

Hayati Bingung


Hahaha , astaga. Jadi begini loh yah.

Dengan kita menggunakan makeup. doesnt means we’re fake. I wonder why people thinking we were fake just because we put some lipstick and thick our eyebrow. Wth guys, we still the same people.

Jangankan beauty vlogger international semacam Em Ford, Robitah Eldaroini, si selebgram kecamatan juga seringkali mendapatkan nyiyiran. Entahlah, sepertinya apapun usaha manusia untuk berubah menjadi yang lebih baik, selalu ada saja Abu Jahal-nya.

“ya ampuuun, menor banget emang mau ke kondangan?”

“kenapa tidak natural saja?”

“kenapa rela ga makan demi beli make up mahal?”

“aku mah yang natural natural aja, smile is the best makeup”

WOW, EMEJING
im so glad that you have a natural-beauty-face that everyone adore about. but honey, you cant push everyone to do the same as you do. Not everyone born with a kendall jenner face lol?

"loh berarti kamu tidak menghargai ciptaan Tuhan dong?"
Astagon dragon!!

ibu ibu, bapak bapak.  
inna a'malu binniat
segala sesuatu itu tergantung niatnya.
we never know jika seseorang menggunakan makeup justru sebagai apresiasi dia terhadap apa yang Tuhan berikan kepadanya. dia ingin merawat, memperindah apa yang Tuhan berikan kepadanya. 

kalau tujuannya menggunakan makeup untuk sombong, ingin merebut babang Tengku Emran yang tamvan, baru itu yang salah.
ibarat rumah. masing masing dari kalian membeli rumah yang kosong. kemudian kalian merawatnya, dan memperindah rumah kalian dengan menambah tanaman,  mengecat rumah, membeli furniture, dll sebagainya sesuai dengan selera masing masing. ada yang suka minimalis, ada yang suka vintage, ada pula yang bergaya disney castle.

Sampai akhirnya rumah kosong itu menjadi tempat tinggal yang nyaman, yang membuat kalian PD mengundang teman teman kalian untuk datang.

Sama halnya seperti kasus ini. wah kalian tidak bisa pukul rata tingkat kenyamanan seseorang terhadap diri mereka. Kalian pede jalan tanpa lipstik, ya jangan paksa, atau judge teman kalian agar sama seperti kalian. Kalian kemana mana harus pake alis setebel buku harry potter, ya jangan nyinyirin anak orang yang no ribet tanpa makeup. 
Ketika seseorang itu nyaman dengan keadaan dirinya, maka akan timbul kepercayaan diri. Jika dia sudah percaya diri,  dia akan lebih mencintai diri sendiri. Ketika dia sudah cinta dengan diri sendiri, dia akan banyak melakukan banyak hal positif bagi dirinya sendiri agar dia bisa lebih baik dari sembelumnya. bukankah itu definisi cantik yang hakiki ?  
Dan soal pertanyaan kenapa rela ga makan demi makeup. hhhh, pertanyaan ini biasanya sering ditanyain oleh teman teman cowok saya. Saya malas jawab karena sebenarnya everyone knows the reason. But, biar lebih jelas kali ini saya bahas.

Jawabannya, Ya karena orientasi kita memang make up.
Gais, wake up. Plis deh jangan naif dan sok lugu begitu. Kita tidak selebay itu juga beli make up sampai tidak makan. Like, dalam membeli make up kita tidak gelap mata membeli make up tanpa memperhitungkan sandang pangan papan. 

Makan mah makan saja, tapi yang sekedarnya asal ada karbohidrat, protein, lemak. Gila saja berhari hari tidak makan. Kek mana saya bisa kuat mendengarkan labrakan customer dan instagraman?

Well, Aku juga belum pernah dengar berita yang menyatakan : seorang mahasiswa di temukan tewas busung lapar gara gara nekat membeli eyeshadow pallete anastasia beverly hills sekilo

Semboyan saya : Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. semboyan ini tentu tidak berlaku pada orang orang yang orientasinya memang makan. Hobinya makan, ya otomatis mereka akan lebih spare money ke hal hal yang bisa memuaskan lidah mereka. 

Dan saya, sangat menghargai orientasi mereka dengan tidak mengatakan “makan mulu, lama lama jadi badak loh” “Gila mahal banget Cuma buat makan gurita mentah doang” 
Cuy, mari belajar tidak mengurusi urusan orang lain. Pertama itu adalah badan dan uang mereka sendiri. Kedua, belum tentu mereka kepengen kurus sampe harus kalian urusin!

Lagian. Beli makeup satu kali, tapi bisa dipakai setahun kok bro, sis. Aku beli contour dari City Colour dari tahun gajah, sampai sekarang tahun badak juga belom habis. Asal EXPnya belum habis mah, gass saja terus.

Jadi, tolong. Jangan berfikir para wanita yang menyukai makeup itu sudah pasti boros, wasting time, or fake. Kita pasti punya akal untuk tidak membelanjakan seluruh gaji satu bulan untuk membeli make up.

Gais, Mereka sama saja dengan kalian yang menekuni sebuah hobi. Kalian hobi membaca, pasti [setidaknya] akan membeli buku yang bagus. Kalian hobi sepak bola, pasti berusaha membeli kaos bola, sepatu bola yang juga bagus agar awet. Lalu, apa bedanya dengan kita? Yang hobi makeup dan berusaha untuk membeli make up bagus?

Paradigma, prespektif, sudut pandang orang, dipastikan berbeda beda dan seharusnya itu tidak masalah. Yang menjadi masalah, adalah ketika kalian menjadikan prespektif tersebut menjadi "aturan" yang harus dituruti oleh semua orang.

Yuk jadikan reminder ke diri sendiri bahwa : hobi, orientasi, selera, bahkan usaha dalam meraih kepercayaan diri, setiap orang berbeda beda dan tidak bisa dipaksa untuk sama. Jadi daripada anda pusing memikiran kenapa teman anda membeli lipstik emina padahal sebelumnya dia beli liptik estee lauder, lebih baik anda berfikir, Tom Holland kalau mandi pake air zam zam ga ya?


Mari menghargai, mari mengapresiasi.

salam. B













source : google


Assalamualaikum. Wew, its been a long time since my latest post. I wonder there was a Tom Holland (read : spider-man) when I decided to open this old blog. Ha!

source : google.

First. Let me write this post in Bahasa. Why?
Because tonite I want to write something important. an we know as well that my English (especially grammar) is so disgusting :D . so, yah change language…..processed…yeah, succeed!

Judul besar tulisan hari ini adalah Body Shamming.

Mengutip penjelasan Anna Margaretha Dauhan, seorang psikolog klinis dewasa dari Pusat Informasi dan Konsultasi Tiga Generasi yang diliput oleh Tabloid Bintang, Body Shamming bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini sudah lama, dan bahkan kita tidak sadar telah “turut serta” melakukannya.

Saya merupakan pribadi pembenci akut perilaku body shamming. Tapi lucunya,  saya juga pernah-secara tidak sengaja-melakukannya-

“bita mau makan dimana?”
“mau makan di bu gendut”
“idih bita jahat ngatain orang gendut”

Baru deh sadar, saya baru saja melakukan contoh kecil body shamming. Setelah itu, saya mulai lebih berhati hati lagi dalam mengintrepretasikan seseorang.


Sebenarnya, apa itu Body Shamming?

Body Shamming menurut definisi sederhana saya adalah kata lain dari tindakan tolol yang senang sekali mencela bentuk tubuh seseorang atau bahkan diri sendiri.

Kenapa saya sebut tolol? Karena saya rasa masih banyak hal lain yang patut didiskusikan dan dibercandakan selain mencela fisik dan tubuh yang entah kita semua sadar atau tidak, semua itu adalah ciptaan, pemberian, rahmad dari Tuhan.

“Buset, si anu lewat, jalanan udah kaya gempa dah”
“Itu perutnya hamil sewindu?” (lagu tulus kali sewindu)
“ih lo ga pantes pake baju model begini, depan belakang jadi makin ga keliatan. Hahahaha, eh liat deh si anu, masa dia mau pesen baju kaya gini”

Pertanyaan saya, itu lucu? Because According to me, No. 
BIG NO pake capslock.

Like really, I wonder why people act so disgusting. Mengatakan hal yang kurang baik tentang bentuk tubuh seseorang. Dan seringkali lebay. Orang gendut, seakan akan bisa membuat satu gedung runtuh. Orang yang dadanya rata seakan akan dapat menyebabkan Indonesia paceklik dua tahun.

Pertanyaan kedua saya, melakukan hal semacam itu fungsinya apa? Biar apa?

Apakah dengan kalian mengatakan seseorang gendut banget, besok kalian langsung diangkat menjadi menteri pemberdayaan perempuan?

Apakah dengan kalian bersusah payah koar koar mengatakan seseorang tidak punya dada, lantas besoknya pendapatan perkapita Indonesia bertambah?


“Jangan sensitif lah, kan aku hanya bercanda”

Hey bung, Body Shamming tidak sebercanda itu! Mungkin terdengar lucu bagi kalian mengatakan perut seseorang seperti lapangan udara soekarno hatta. apalagi orang yang kalian tertawakan, juga ikut tertawa bersama kalian. Wah, merasa diatas angin. Merasa bahwa lawakan kalian sangat menghibur dan berkualitas tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang kalian jadikan objek lawakan, tanpa kalian tahu sudah turun berapa persen kepercayaan diri "korban kalian"

SUAMI
Source : Google
It only takes a minute to call a girl fat and she’ll take a lifetime trying starve herself. Think before you act. –Harry Styles

Artinya apa?
Hanya butuh waktu sebentar untuk mengatakan seorang gadis itu gendut. Dan setelah itu, hidupnya tidak akan sama lagi. dia akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya, dengan cap “saya gendut, saya berbeda dengan yang lain, berarti saya tidak cantik”

Saya sendiri heran, kenapa Body Shamming menjadi sebuah tren untuk saling mengakrabkan diri. Seriously? Tidak ada cara yang lebih idiot dari itu?

Boys, Girls, Wake Up! Body Shamming bukanlah bentuk dari keakraban! Body Shamming adalah tindakan bullying bermodus bercanda. Ilustrasinya seperti srigala berbulu zayn malik. Dampaknya berbahaya sekali. Dari krisis kepercayaan diri hingga berakhir kematian karena bunuh diri. Silahkan cari contoh kasusnya di Google. Banyak,  


“Kamu terlalu sensitif dan hiperbola, aku berkata begitu karena peduli kepadamu”

Astaga! Jadi begini.

Jika anda merasa benar benar peduli dengan teman anda yang gendut, silahkan bawa dia di tempat yang sepi, dan mulailah berpetuah mengenai ajakan diet (bila perlu belikan Slin n Fit dari Kalbe Nutritionals untuk mendukung program diet sehatnya)untuk kebaikan dan kesehatannya.
source : google
Jika anda merasa teman anda tipis kering kerontang, silahkan bawa dia ke supermarket dan paksa dia beli susu full cream.

Buatlah percakapan kalian se-privasi mungkin. Jangan didepan banyak orang, apalagi anda jadikan materi komedi didepan khalayak.

Kenapa?

Ilustrasinya begini: anda tidak bisa mengerjakan soal matematika di depan guru privat, dibandingkan dengan anda tidak bisa mengerjakan soal matematika di depan kelas, disaksikan oleh puluhan pasang mata teman sekelas dan satu pasang guru pelajaran anda. Kondisi mana yang akan anda pilih?

Tentu saja pilih keadaan yang pertama bukan?. Tidak terlalu malu, tidak sungkan bertanya apa yang masih belum jelas, meminta tips untuk mendapatkan cara yang cepat-tepat-dan praktis, menangkap dengan seksama apa maksud dari suatu pelajaran, bahkan endingnya akan mampu menguasai pelajaran tersebut. Itu adalah kelebihan sebuah “privasi”

Sama dengan kasus anda. Jika dalam case ini, luhur mulia anda memang peduli dengan sahabat anda, maka cara privasi adalah hal yang paling anda berdua butuhkan. Dengan privasi, sahabat anda tidak perlu malu dengan keadaan fisiknya. Justru dia semakin bersemangat untuk berubah menjadi yang lebih baik

 “Ah teman saya mah selaw orangnya. Ga kaya elu yang baperan”

Setangguh apapun seorang manusia, pasti ada titik dimana dia merasa sangat malu, sangat terhina, marah terhadap sesuatu hal. Perasaan tersebut semakin menguat jika hal yang membuat dirinya malu-terhina-marah dilakukan didepan banyak orang. Apalagi lingkungan menyetujuinya dan memaksanya berfikir menurut cara pandang atau pola fikir mereka.

Entahlah, sejak ada kosakata baper dalam kamus hidup generasi muda, para anak gaul itu jadi lupa “unggah ungguh”, lupa bagaimana cara meminta maaf, lupa menghargai perasaan manusia lainnya. enteng sekali rasanya “ah di amah baperan orangnya”

Bukannya menjadi lebih baik, sahabat anda justru memulai krisis dengan kepercayaan dirinya. Ya bayangkan saja, setiap hari dia hidup di lingkungan yang mensugesti bahwa dia gendut, bahwa gendut itu dosa, bahwa gendut itu tidak cantik jadi dia tidak akan bisa menikah.

Padahal gendut bukanlah dosa, tidak punya dada besar, bukan sebuah masalah.
hal yang kemudian menjadikan two things diatas menjadi sebuah masalah, adalah penilaian dan tuntutan lingkungan terhadap mereka.

Sungguh dunia yang aneh. jelas jelas setiap manusia diciptakan Tuhan dengan perbedaan kelebihan dan kekurangan. semuanya ada untuk bersama sama melengkapi satu sama lainnya. kita tidak bisa pukul rata menilai seseorang sesuai dengan standar kita. karena pada dasarnya setiap  manusia itu berbeda dan setiap manusia punya hak untuk menjadi apa yang dia suka.

orang yang setiap harinya menerima Body Shamming dari lingkungannya, dikhawatirkan menjadi pribadi yang memandang rendah dirinya. Rasa bangga dan percaya terhadap dirinya sendiri hilang ikut angin. Hal ini menyedihkan, karena, biasanya orang yang kehilangan kepercayaan diri merasa tidak pantas untuk bersanding dengan lingkungannya, merasa ada di peringkat paling bawah dalam sistem kasta.

Hidup mereka pun tidak akan berkembang. Mereka cenderung takut memulai sesuatu karena mengkhawatirkan berbagai hal. Khawatir tidak berhasil, khawatir jika kekurangannya yang lain akan semakin terbuka jika terlalu banyak mengambil langkah. Akhirnya? Impiannya hanya tinggal hiasan tidur saja. Mengambil langkah aman. Diam di tempat, ikut tertawa dalam kesakitannya, membenci tubuhnya yang tidak sesempurna orang kebanyakan, berkhayal dia tidak terlahir pada kondisi fisik yang sekarang. Jika sudah demikian, wah, selamat, anda benar benar telah menghancurkan hidup seseorang.

Saya tidak lebay ketika menulis ini.

Sudah banyak cerita bunuh diri di beragam media hanya karena orang itu tidak puas dengan bentuk tubuhnya.

Mari kita bersama membayangka, jika orang yang bunuh diri itu tidak disugesti lingkungannya bahwa dia tidak punya dada, mungkin dia masih mencintai dirinya, jika orang yang bunuh diri tidak disugesti kawan baiknya bahwa dia gendut, mungkin dia masih memandang tinggi dirinya. 

Orang yang mencintai dan memadang tinggi harga dirinya, maka dia tidak akan begitu saja bunuh diri dan meninggalkan hidupnya kan?

Jadi, Siapa lagi yang harus disalahkan jika bukan orang lain disekitarnya? Tuduhan saya beralasan bukan?


Oh iya ada satu fenomena lagi yang lucu dalam dunia per-body-shammingan. 

fenomena yang dimaksud adalah fenomena serba salah. korban body shamming yang setiap hari selalu disugesti mengenai bentuk badannya, berencana untuk berubah. Tapi setelah dia berubah, bukan pujian yang didapat, malah kata kata sinis penuh judgemental.

Saya punya satu cerita. dan kebetulansaya sendiri yang mengalaminya.

Sudah jadi lawakan umum, bahwa saya kurus kering kerontang tidak punya dada. Banyak yang menjadikannya lawakan, dan saya kadang ikut tertawa-meskipun lama lama panas juga.

“si bita bener bener ya, ga bisa dibedain mana yang depan mana yang belakang”
Nah, pada saat itu, saya iseng membalas “tidak usah khawatir, sebentar lagi saya beli minyak bulus. Jangan kaget besok saya jadi dewi persik”

Kemudian satu dari salah seorang yang melakukan body shamming itu berkata “kenapa sih, harus merubah bentuk badan yang sudah Tuhan kasih? Memang harus ya, dada wanita itu besar?”

Saya terhenyak


Loh, jadi, Robitah Eldaroini harus bagaimana?

Katanya tidak bisa membedakan depan dan belakang, sekalinya bercanda ingin beli minyak bulus, langsung mendapatkan pertanyaan judgemental semacam itu. Lagi lagi ngebatin saja, yah..namanya juga rempahan kerupuk rohingya

“Ya gue emang kaya gini orangnya. Gue orang ceplas ceplos kalo lo temen gue, yang maklumin dong”

Baiklah. Dalam sebuah pertemanan toleransi wajib hukumnya untuk dijunjung tinggi. Kita harus saling memaklumi sifat dan tabiat teman kita sendiri. Jika ditengah tengah perjalanan tiba tiba kita merasa tidak sejalan, maka perlu dipertanyakan kembali motivasi apa yang membuat kita dan teman kita menjadi dekat dan memutuskan bersahabat.

Namun yang perlu digaris bawahi, rasa toleransi, menghargai dan memaklumi harus dilakukan oleh kedua belah pihak.

Teman anda memaklumi kebiasaan ceplas ceplos anda,

Tapi sudahkah anda memaklumi apa adanya teman anda?

Pernahkan anda menghargai kehadirannya?

Pernahkan anda memikirkan perasaan dan posisinya?

Apakah anda benar benar peduli atau menganggap teman anda adalah objek canda?

Entahlah, karena jika definisi pertemanan anda belum memikirka empat hal yang baru saja saya tanya, wah konsep pertemanan anda egois sekali ya!


Ps : Tulisan ini adalah opini seorang Robitah Eldaroini yng baru saja masuk di zona dewasa. Mohon maaf jika ada kata yang salah, atau cara dan pola pikir kita yang berbeda. Intinya, saya mengajak kita semua untuk lebih menghargai orang orang disekitar kita dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, ajak mereka untuk mencintai dirinya, dukung mereka untuk terung berkembang dan meraih impian mereka. John Maxwell dalam bukunya : 25 cara memenangkan hati orang lain, mengatakan : Jika anda ingin disukai oleh orang lain, maka buat mereka merasa dihargai dan jadilah saluran berkat bagi hidupnya.

STOP BODY SHAMMING!
STOP LABELLING, START LIVING !
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Slytherin attitude with Hufflepuff feelings | Blair Waldorf fan since day 1

Categories

  • #FT
  • #TODAYSPIN
  • body shamming
  • fashion
  • fool's gold
  • four
  • interpretation
  • lifestyle
  • lirik
  • lyric
  • music
  • old
  • one direction
  • opinion
  • shirt
  • Teenage
  • terjemahan
  • translate
  • woman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Follow Us

Blog Archive

  • ▼  2020 (5)
    • ▼  Oktober (1)
      • Body Positivity = Toxic Positivity?
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2019 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Pages

  • Beranda

Popular Posts

  • A Bit Chit-Chat about Make Up
  • #FILMOLOBITA 1 : YOWIS BEN
  • #FILMOLOBITA 2 : Milly&Mamet; to be loved by someone, you need to love yourself first

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates